Menteri Keuangan Tegaskan Pemerintah Tidak Gegabah Kelola Utang Negara

Menteri Keuangan Tegaskan Pemerintah Tidak Gegabah Kelola Utang Negara

Konsultan Pajak Jakarta – Sri Mulyani Indrawati, Kementerian Keuangan RI menyebutkan jika peningkatan jumlah utan pada era pemerintah Presiden Jokowi tidak bisa mencerminkan jika pemerintah mampu mengelola utang negara secara ugal-ugalan. Ia menekankan jika pemerintah bekerja dengan penuh kehati-hatian dalam mengelola tiap rupiah penambahan utang.

“Utang merupakan alat yang digunakan pemerintah secara hati-hati dengan rasa penuh tanggung jawab, dibicarakan dengan menjunjung tinggi asas transparan, bukannya ujug-ujung, kami tidak ingin gegabah, jadi bila ada yang bertanya, apakah ini mengkhawatirkan, maka jawabannya, tidak” ungkapnya.

Berdasarkan data yang dimiliki oleh Kementerian Keuangan RI, total utang pemerintah saat ini mencapai Rp. 4.418.3 triliun terhitung hingga akhir 2018. Tentunya jumlah utang tersebut telah mengalami peningkatan tajam sebanyak 10.5% dari tahun 2017.

Ada pun utang pemerintah itu meliputi surat berharga negara yang mencapai Rp. 3.621,69 triliun serta pinjaman negara yang mencapai Rp. 805,62 triliun.

Menteri Keuangan pun menjelaskan bila peningkatan jumlah utang negara ini tidak serta merta menjadikan pengelolaannya buruk karena total utang tiap tahun memang selalu dihitung dengan matang mulai dari sisi planningnya. Hal ini dilaksanakan dengan melihat detail jumlah dari anggaran belanja yang diperlukan.

Sementara itu, pemerintah melihat berapa besar kecukupan dari anggaran penerimaan yang dapat diperoleh dan berapa besar potensi deficit dari anggaran yang akan terjadi. Jika melihat dari proyeksi tersebut bisa dilihat berapa besar jumlah utang yang dibutuhkan.

Pemerintah harus menjaga supaya deficit porsinya maksimal 3% dari PDB disesuaikan dengan aturan yang ada. Sementara itu per tanggal 2 Januari 2019, deficit dari anggaran sekitar 1.7% dari PDB serta keseimbangan primer yang mencapai Rp. 1.7 triliun, padahal total deficit ditargetkan akan mencapai 2.19% serta keseimbangan primernya akan mencapai Rp. 87 triliun.

Ia juga mengatakan jika pilihan utang pemerintah akan terus dijaga di kisaran 30% dari total PDB disesuai aturan negara. “Pertambahan utang merupakan hasil keseluruhan dari desain kebjikan fiscal pemerintah, jadi hingga sekarang tidak terjadi praktek pelanggaran.” Tambahnya.

Menteri Keuangan Tegaskan Pemerintah Tidak Gegabah Kelola Utang Negara | posted by Syle | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *