Pelabuhan Rotterdam Mengembangkan Jaringan Digital

Garis pembatas antara masing-masing pemain dalam bisnis maritim semakin memudar. Setiap pemain harus bergegas untuk beradaptasi agar perannya selalu relevan dalam perkembangan tren bisnis maritim yang bergerak menuju solusi layanan endto-end. Meningkatnya implementasi digitalisasi membuat peran pelabuhan tidak hanya satu titik dari jalur rantai pasok yang flat seperti dahulu.

Ke depan, pelabuhan dapat mengerjakan lebih banyak peran lintas institusi yang juga berarti lebih banyak potensi bisnis. Hal yang didorong ke depan ialah harus ada lebih banyak lagi co-creating dan co-operating demi manfaat bersama antarpemain di industri maritim.

Jadi ego sektoral dalam memegang sistem dan informasi masing-masing merupakan paradigma yang usang. Tim Pelabuhan Rotterdam untuk strategi digital, transformasi, dan pengembangan bisnis, Martin Thijsen, mengemukakan, kini pelabuhan merupakan satu simpul penting dalam rantai pasok yang menghubungkan laut dan darat, serta mengoneksikan ke hinterland.

Pun begitu peran pelabuhan lebih kepada fungsi logistik, sementara itu komersial perdagangan tidak berkaitan langsung. Justru karena itulah posisi pelabuhan menjadi platform yang netral untuk mengambil peran sebagai coordinator dalam rantai pasok. Hal ini dapat membuka pemanfaatkan aset dan informasi yang dimiliki pelabuhan untuk pasar dan hinterland, ujarnya.

Ia melanjutkan, Pelabuhan Rotterdam meski merupakan pelabuhan yang terkoneksi secara global, juga tidak menjadi tertutup ilusi merasa tahu segalanya. Sebagai contoh untuk pasar Singapura dan Amerika Serikat, dan hinterland-nya, sangat berbeda. Maka Pelabuhan Rotterdam ingin bekerja sama agar ada lebih banyak lagi co-creating dan cooperating menuju pelabuhan menjadi solusi layanan end-to-end. Kemudian tumbuh menjadi jaringan global pelabuhan penting dunia.

Mari kita besarkan kue bisnisnya bersama-sama. Terbuka dan saling menghormati, katanya. Menurutnya kunci untuk mewujudkannya ialah dengan standardisasi dan interoperability (petukaran informasi secara sistem). Tetap memanfaatkan program lama yang telah terbukti kualitasnya dengan berbasis pada pengaplikasian yang berlaku saat ini. Selain itu juga tetap mengembangkan blockchain.

Kini Pelabuhan Rotterdam sedang mengoptimalkan Program Pronto yang mengordinasikan layanan di pelabuhan layaknya pitstop F1, di mana seluruh layanan dapat diatur dan dipesan sebelumnya. Program tersebut juga di-backup dengan aplikasi OnTrack yang memberikan informasi real time banyaknya kargo yang masuk pelabuhan melalui akses rel kereta. Mari terus mendorong digitalisasi agar tidak ditakdirkan tertinggal teknologi seperti Kodak atau Nokia, pesannya.

Listrik Cadangan Berasal Dari Genset Silent

Pelabuhan Rotterdam tidak hanya fokus pada perkembangan teknologi saja namun juga memperhatikan sektor listrik yang sangat penting bagi pelabuhan. Listrik tidak boleh mati bagi pelabuhan, sebab jika sampai mati maka seluruh kegiatan yang ada di pelabuhan terhambat . Guna mencegah timbulnya gangguan akibat dari listrik, digunakanlah genset silent sebagai listrik cadangan untuk pelabuhan.

Sebelum mereka membeli genset dari, dicari terlebih dulu daftar harga terbaru genset silent di palembang pada semua merek untuk mendapatkan barang dan harga yang terbaik.

Pelabuhan Rotterdam Mengembangkan Jaringan Digital | posted by Syle | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *